History Of Arab
(Bab 9-Administrasi wilayah baru)
Oleh Nurul Maghfiroh
El-Rasheed
Pengorganisasian wilayah pendudukan
baru yang begitu luas dan penerapan masyarakat Arab primitif yang belum dikodifikasi terhadap tuntutan
masyarakat kosmopolitan kini menjadi tugas berat dari penguasa Islam. Umar
adalah orang pertama yang menyadari masalah ini. Beberapa contoh inovasi dari
Umar adalah bahwa di Semenanjung Arab tidak ada agama yang dilindungi selain
Islam, oleh sebab itu Umar mengusir orang-orang Yahudi Jericho dan Kristen
Najran, yang melarikan diri ke Suriah dan Irak. Umar menolak memberikan status
kewarganegaraan pada non-Muslim. Orang Islam tidak boleh menguasai tanah yang
berada di luar Semenanjung Arab juga tanah kepemilikan mereka dikenakan pajak
tanah.
Seorang
dzimmi mendapatkan perlindungan dengan syarat
membayar pajak. Mereka tidak dikenakan kewajiban jihad karena Islam melarang
non-muslim masuk dalam angkatan perang. Ketika mereka beralih menjadi Muslim,
maka pajak akan dihapus dan diganti dengan membayar zakat, juga berhak menerima
uang pensiun dan keuntungan lain sebagai muslim.
Prinsip ketiga sebagai bentuk
persetujuan Umar terhadap pandangan para sahabatnya adalah bahwa harta bergerak
dan tawanan perang, bukan tanah termasuk ghanimah
dan berhak menjadi milik prajurit. Tanah dan mata uang yang direbut dari
penduduk taklukan disebut fay’ dan menjadi hak komunitas Islam secara
keseluruhan. Semua pemasukan di simpan di kantor pembendaharaan, sisa uang yang
telah dikeluarkan untuk administrasi dan biaya perang dikembalikan ke
orang-orang Islam. Sensus penduduk dilakukan demi melancarkan proses
penyaluran pendapatan negara. Aisyah berada di urutan teratas dalam daftar
pensiun, beliau mendapatkan dana pensiun sebesar 12.000 dirham per tahun.
Setelah ahlul bait (keluarga Nabi), urutan berikutnya ditempati oleh para Muhajirin dan Anshar, yang besarnya didasarkan atas siapa yang memeluk Islam
terlebih dahulu. Secara umum, rata-rata subsidi masing-masing orang berkisar
4.000 sampai 5.000 dirham. Daftar paling bawah diisi oleh para prajurit arab
yang besarnya di dasarkan pada partisipasi mereka dalam ekspedisi militer,
pengetahuan mereka tentang al-quran. Dengan berlalunya waktu, sistem
aristrokrasi arab ini terhempas oleh naiknya kaum mawali.
Angkatan Perang Islam
Semua
anggota perang adalah Islam, dipimpin oleh komandan, dan panglima tertinggi
adalah amir, Khalifah di Madinah.
Umar pula yang pertama kali membentuk lembaga kehakiman dengan mengangkat qadhi
untuk wilayah Damaskus, Yordania, Himsh, Qinnasarin.
Pengelompokan
pasukan menjadi satu pasukan inti, dengan dua sayap mengapit di depan dan
belakang, telah dikenal semenjak masa Nabi. pasukan berkuda ditempatkan di
kedua sayap. pasukan cadangan terdiri dari suku-suku arab dengan ciri khas kain
yang melekat di ujung tombak yang di bawa oleh orang yang paling berani,
panji-panji perang nabi bergambar Uqub.
Pasukan infantri bersenjatakan busur, panah, ketapel, ada juga yang melengkap
diri dengan tameng dan pedang. Harbah
diperkenalkan dari Abbisinia. Senjata utama pasukan berkuda adalah Rumh. Baju pelindung pasukan arab lebih
ringan di bandingkan dengan baju pelindung tentara byzantium.
Formasi
tempur yang digunakan oleh tentara Arab-Muslim masih primitif, dalam bentuk
melintang atau membujur dan berkelompok. Pertempuran di mulai secara individu
yang di lakukan oleh para ksatria. Keprajuritan bukan hanya membanggakan di
mata Allah tapi juga menguntungkan, bayaran orang Arab lebih besar dari orang
Persia atau Byzantium. Kekuatan pasukan Arab tidak terletak pada keunggulan
senjatanya atau organisasi, tetapi semangat moralnya yang tinggi. Dalam hal ini
agama telah memainkan peran penting untuk membentuk daya tahan mereka.
Peradaban Arab
Melalui
penaklukan wilayah Bulan Sabit Subur, Persia juga Mesir, orang Arab telah
menguasai pusat-pusat peradaban dunia dan menjadi pewaris tunggal berbagai
budaya dan tradisi panjag sejak Yunani-Romawi, Iran, Firaun, dan
Asyiria-Babilonia. Dalam bidang seni, arsitekur, kedokteran, filsafat, ilmu
pengetahuan, sastra, dan pemerintahan, orang-orang Arab tidak memiliki banyak
hal untuk dipelajari dan diajarkan. Dengan rasa lapar dan dahaga yang dimiliki
orang Arab, kini mereka dengan bantuan dan bekerja sama dengan penduduk
taklukan, kini mulai berasimilasi, beradaptasi, dan menghasikan khasanah
intelektual dan estetikanya sendiri.
Jadi
yang dimaksud dengan peradaban Arab bukanlah peradaban asli orang-orang Arab,
kontribusi Arab yang bersifat orisinil hanya terdapat dalam bidang sastra dan
dalam cakupan tertentu dalam bidang agama. Sepanjang periode kekhalifahan,
orang-orang Suriah, Persia, Mesir, dan lainnya sebagai mualaf Islam, Yahudi,
atau Kristen adalah pengusung utama obor pencerahan dan pengajaran. Hal ini
mirip dengan hubungan antara orang-orang yunani yang di taklukkan oleh orang
romawi. Landasan peradaban islam arab adalah peradaban aramaik hellenistik dan
iran yang di kembangkan di bawah dukungan khalifah dan di ungkapkan dalam
bahasa arab.
Watak dan Prestasi Khulafa’ al-Rasyidin
Penaklukan
dunia yang diawali pada masa Abu Bakar mencapai titik tertingginya pada masa
Umar, dan relatif terhenti ketika masa Ali, yang kekhalifahannya lebih banyak
diliputi oleh pertikaian internal sehingga tidak memungkinkan ekspansi lebih
jauh. Pada akhir satu generasi pasca Muhammad, Imperium islam telah membentang
dari Oxus hingga Syrtis kecil di afrika utara dan kekhalifahan islam tumbuh
menjadi kekuatan terbesar di dunia.
Abu
Bakar (632-634) penakluk dan penjaga semenanjung Arab, menjalani hidup dengan
kesederhanaan patriarkhis. Tanpa gaji sedikitpun karena pada kali itu Negara
belum memiliki pemasukan apapun. Semua urusan negara di lakukan di serambi
Masjid Nabawi. Sebagai sahabat sekaligus mertua Nabi, Abu Bakar menjadi figur
paling menarik pada masa awal Islam dan di kenal dengan sebutan as-Shidiq.
Umar
(634-644), Merupakan penerus Abu Bakar adalah sosok tangguh dengan perawakan
tinggi, kuat, dan agak botak. Mejalani kehidupannya juga dengan amat sederhana.
Kesalehan, keadilan, kesederhanaan membuatnya menjadi sosok khalifah ideal dan
menjadikannya figur yang paling disukai para penulis Islam. Diriwiyatkan beliau
hanya memiliki satu jubah dan sehelai baju yang keduanya penuh dengan tambalan.
Umar juga yang pertama kali menetapkan kalender Hijriyah dan pelaksanaan
administrasi kenegaraan. Secara tragis, pada puncak karirnya beliau mendapat
tikaman dari seorang budak kristen Persia ketika shalat berjamaah.
Utsman,
yang membukukan al-Quran, juga pada masanyalah Islam menaklukan Iran,
Azerbaijan, dan sebagian Armenia juga merupakan sosok manusia saleh dan bijak.
Namun, beliau terlalu lemah untuk menolak tuntutan kerabat dekatnya yang
serakah. Berbagai jabatan penting diisi oleh suku Umayyah, tuduhan nepotisme
segera tersebar. Rasa tidak puas terhadap kebijakan administrasinya dipelopori
oleh tiga sahabat Nabi, Ali, Thalhah, dan Zubair. Protes dari pendukung Ali
merebak di Kufah dan Mesir, yang pada April 656 mengirim 500 pemberontak ke
Madinah. Para pemberontak itu kemudian mengepung kediamannya, rumahnya diserbu,
peristiwa itu menjadikannya sebagai khalifah pertama yang dibunuh oleh sesama
Muslim (17 Juni 656).
Babak patriarkhi Islam, ketika karisma Nabi dan
kesucian Madinah masih menjadi penggerak aktif dalam kehidupan para penerus
Muhammad berakhir akibat pertumpahan darah akibat perebutan kekuasaan yang kini
kosong, pertama antara Ali denga Thalhah dan Zubayr, kemudian antara Ali dan
penantang baru, yaitu Muawiyah yang dijagokan oleh keluarga Umayyah.

Comments
Post a Comment